Jakarta, 30 Januari 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan 86 unit sumur bor di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri PU Dody Hanggodo menargetkan seluruh sumur selesai sebelum bulan Ramadan.
Pembangunan difokuskan untuk memulihkan akses air bersih di fasilitas publik strategis, termasuk masjid, sekolah, puskesmas, rumah sakit, pasar, dan perkantoran.
Sebaran lokasi meliputi 67 unit di Aceh dan 19 unit di Sumatera Barat. Sementara di Sumatera Utara, penanganan difokuskan pada optimalisasi sistem air minum yang sudah ada.
Kementerian PU membangun dua jenis sumur:
- Sumur bor dalam (kedalaman ~100 meter): air layak minum, debit >2 liter/detik
- Sumur bor dangkal: untuk kebutuhan mandi, cuci, dan pembersihan lumpur
Hingga 27 Januari 2026, progres fisik mencapai 15% untuk sumur dalam dan 53% untuk sumur dangkal. Setiap unit dilengkapi pompa submersible, toren kapasitas 1.000+ liter, dan hidran umum.
Air dari sumur bor telah memenuhi standar kualitas: pH 7,1, kadar besi <1 mg/l, dan kekeruhan rendah — aman untuk kebutuhan dasar masyarakat.
Infrastruktur ini juga mendukung pemulihan 176 unit SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang rusak akibat bencana.
Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum









