Aceh Tamiang, 25 Januari 2026 — Meski sebagian besar sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang telah kembali normal, SD Negeri Babo masih melaksanakan pembelajaran di tenda darurat akibat kerusakan parah akibat banjir.
Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan total pada ruang kelas, ruang kepala sekolah, dan aula. Ruang komputer, perpustakaan, MCK, halaman, dan gerbang sekolah juga mengalami kerusakan berat.
“Hampir semua sarana pembelajaran musnah — laptop, alat peraga, perlengkapan olahraga, dan alat kesenian tidak bisa digunakan lagi,” ungkap Kepala SDN Babo, Ahmad.
Meski demikian, sekolah tetap menjalankan layanan pendidikan sejak 25 Desember 2025. Satu tenda darurat dibagi menjadi dua ruang untuk melayani 156 siswa dari berbagai jenjang kelas. Pembelajaran difokuskan pada mata pelajaran inti: Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPAS, dengan durasi 08.00–10.00 WIB.
Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk tenda, seragam, tas, perlengkapan belajar, serta relawan yang memberikan pendampingan dan trauma healing.
“Bantuan ini sangat membantu kami menjaga semangat belajar anak-anak,” ujar Ahmad.
Sekolah juga berkoordinasi dengan TNI untuk menggelar kegiatan senam dan upacara guna memulihkan psikologis siswa. Namun, Ahmad menyampaikan harapan mendesak: relokasi ke ruang kelas permanen.
“Kami berharap segera memiliki ruang kelas layak agar pembelajaran bisa berjalan optimal,” tutupnya.
Sumber: Kemendikdasmen









